Sabtu, 07 Oktober 2017

Esai

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
            Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis essay tentang tema inilah saya bagi keluarga, dan kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya berikan untuk Indonesia.
            Pertama—tama, saya yang berkesempatan menulis essay ini berterima kasih banyak kepada Allah SWT karena telah mengizinkan saya untuk ikut serta dalam perburuan beasiswa mitra kerja Bazma Pertamina ini. Sebelumnya perkenalkan, nama saya Riski Elnusanto, anak ketiga dari empat bersaudara yang sedang menginjakan diri di bangku perkuliahan semester tiga program studi Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta.
            Saya, bagi keluarga. Keluarga merupakan peran terpenting dalam hidup saya, dimana awal mulanya tempat pembelajaran dalam ilmu, akhlaq, dan hal lainnya yang bersifat positif. Madrasah pertama ialah ibu, dimana ia mengajarkanku tentang banyak hal, disamping itu ada ayah yang senantiasa mencarikan nafkah untuk saya, kakak, dan adik saya tentunya.
            Setelah menginjak bangku kuliah, banyak tambahan pelajaran yang saya dapat, khususnya tentang ekonomi syariah, dimana pelajaran tersebut saya aplikasikan dirumah dan memberi pemahaman atas beberapa hal kepada keluarga saya tentang transaksi syariah. Hal tersebut sedikit demi sedikit dipahami dan mulai dibiasakan agar hal—hal semacam maysir, gharar, tadlis, maupun riba sedikit demi sedikit menghilang. Selain keluarga, saya ingin melebarkan pelajaran ini ke dunia yang lebih luas, mulai dari teman—teman saya agar mengerti juga dengan apa yang saya dapati di kampus, hingga saya berharap dapat membuat ekonomi islam dikenali dan dipahami oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi penduduk yang memiliki bendera merah putih ini mayoritas Muslim, namun saya cukup tercengang ketika dosen saya berkata bahwa tingkat ekonomi syariah di Indonesia sampai saat ini masih di angka kurang lebih lima persen. Sungguh angka yang sangat memprihatinkan bagi negara yang memiliki penduduk muslim sangat banyak ini.
            Indonesia, dengan begitu banyak masyarakat dengan kepercayaan yang sama, namun ada paham yang berbeda. Beberapa kali saya mendengar percakapan “ah, sama aja syariah dengan konvensional, cuma diganti namanya aja”. Hal—hal seperti ini membuat saya ingin menceritakan segalanya, namun butuh banyak materi yang harus saya tempuh di bangku perkuliahan untuk membuat mereka berkata “ohiya, bener juga ya” dan membuat mereka berfikir “mesti cepet—cepet tinggalin hal—hal yang keliatan biasa aja tapi dosa terus diganti sama hal yg keliatan sama aja tapi sesuai ajaran Islam nih”. Sungguh, saya ingin membuat orang menarik kembali ucapan “sama aja” dari banyaknya kata yang terucap ketika mendengar kata yang ada dalam ekonomi syariah, khususnya lembaga keuangan syariah.
            “Sama saja”, hal ini sebenarnya sudah ada di al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 275, dimana tertulis “. . .mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba . . .” padahal, jika mereka dapat memahami hal ini maka akan terciptanya ekonomi yang sehat bebas dari riba, dimana terminimalisirnya yang kaya semakin kaya, dan yang kurang semakin kurang. Ketika saya berkesempatan wawancara dengan seseorang di BEI bagian Syariah, dari total masyarakat yang menginvestasikan hartanya ke pasar modal syariah, tidak sedikit yang memeluk agama non islam. Mengapa? Karena mereka sadar akan ajaran Islam yang adil, disamping itu, ajaran Islam memang bersifat universal sehingga dapat diterapkan oleh semua umat di dunia.

            Demikian essay yang saya buat dengan segala ketercukupan ini, saya berharap setelah keluarga dan beberapa orang yang saya beri pemahaman, besar harapan saya untuk membuat bangsa ini beralih ke ajaran yang sesuai dengan ajaran Islam khususnya di bidang perekonomian, setidaknya membung pemikiran “sama saja” ketika terlintas hal yang menyangkut ekonomi islam. Memang bukan hal mudah, namun saya akan terus berusaha mengajak orang yang telah memahaminya untuk terus menyebar luaskannya. Terimakasih saya ucapkan, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

keyword
Beasiswa Bazma Pertamina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar